Apa sih Big Data itu ???
Big Data adalah istilah umum untuk segala kumpulan himpunan data dalam jumlah yang sangat besar dan kompleks sehingga menjadikannya sulit untuk ditangani atau di proses jika hanya menggunakan manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional.
Big Data juga bisa disebut sebagai pengumpulan dan penggunaan informasi dari berbagai sumber untuk membuat keputusan yang lebih baik. Big data bisa dibilang sebagai sebuah konsep tentang kemampuan kita untuk mengumpulkan, menganalisa, dan mengerti jumlah data yang cukup besar yang datang setiap harinya.
Big Data memiliki lima bagian penting, yaitu :
Volume
Ukuran data memang penting. Sesuai dengan namanya, Kita perlu memproses volume data yang cukup besar untuk big data. Dalam big data, ukuran volume yang dihasilkan sangat besar
Velocity
Velocity disini adalah kecepatan yang sangat cepat di mana data diterima dan (mungkin) langsung digunakan. Biasanya, kecepatan tertinggi aliran data langsung ke memori dibandingkan yang ditulis ke disk. Beberapa smart devices yang menggunakan internet beroperasi dalam waktu nyata atau mendekati waktu nyata dan akan memerlukan evaluasi dan tindakan secara real-time.
Variety
Variety yang dimaksud disini adalah berbagai jenis data yang tersedia. Jenis data tradisional biasanya lebih terstruktur. Dengan semakin berkembangnya big data, ada juga data yang belum terstruktur. Data yang belum terstrukur atau semi terstruktur seperti text, audio, dan video yang memerlukan waktu untuk diproses agar kita bisa mengetahui arti dari data-data ini.
Variabilitas
Selain kecepatan pengumpulan data yang meningkat dan variasi data yang semakin beraneka ragam, arus data kadang tidak konsisten dalam periode tertentu. Salah satu contohnya adalah hal yang sedang tren di media sosial. Periodenya bisa harian, musiman, dipicu peristiwa dadakan dan lain-lain. Beban puncak data dapat menantang untuk analis Big Data, bahkan dengan data yang tidak terstruktur.
Kompleksitas
Data berasal dari berbagai sumber sehingga cukup sulit untuk menghubungkan, mencocokan, membersihkan dan mengubah data di seluruh sistem. Namun, Big Data sangat dibutuhkan untuk memiliki korelasi antar data, hierarki dan beberapa keterkaitan data lainnya atau data yang acak.
Sejarah Big Data
Sekitar tahun 2005, orang mulai menyadari bahwa ada banyak data yang dihasilkan pengguna melalui Facebook, YouTube, dan layanan online lainnya. Hadoop, sebuah open-source software untuk mengumpulkan dan menganalisa data dikembangkan pada tahun yang sama. NoSQL juga mulai mendapatkan popularitas selama ini.
Pengembangan software open-source untuk data, seperti Hadoop (dan yang lebih baru, Spark) memiliki peran penting dalam pertumbuhan big data karena mereka membuat data besar lebih mudah digunakan dan lebih murah untuk disimpan. Pada tahun-tahun sejak saat itu, volume big data terus meningkat. Pengguna masih menghasilkan data dalam jumlah besar — tetapi itu bukan hanya manusia yang melakukannya.
Dengan munculnya Internet of Things ( IoT ), lebih banyak objek dan perangkat terhubung ke internet. Produsen pun melakukan pengumpulan data tentang pola penggunaan pelanggan dan kinerja produk. Munculnya machine learning juga telah menghasilkan lebih banyak data.
Internet of Things bisa diartikan dimana sebuah benda-benda disekitar kita dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui suatu jaringan yaitu internet, mulai dari handphone, TV, jam tangan, bahkan sampai lemari pendingin. Semua benda - benda tersebut menghasilkan data, baik data mengenai letak titik macet di suatu tempat, data berapa detak jantung kita berdenyut setiap hari, berapa jumlah langkah kaki yang kita ambil setiap hari, sensor yang dapat mengetahui tentang iklim, transaksi kartu kredit, dan yang paling penting data untuk ilmu pengetahuan.
Beberapa hal yang dianggap sebagai big data adalah hal-hal berikut ini:
Penggunaan internet
Kita semua terhubung dengan internet setiap harinya. Anda juga pasti sering menggunakan Google untuk mencari informasi kan? Nah, data-data hasil pencarian Anda juga merupakan data yang disimpan Google, loh.
Penggunaan smartphone
Sekarang hampir semua orang sudah punya smartphone atau tablet. Smartphone Anda sebenarnya memiliki jumlah data yang sangat besar. Mereka menyimpan record telfon dan sms Anda. Selain itu, aplikasi-aplikasi handphone Anda juga tentunya mengumpulkan data untuk keperluan bisnis mereka. Aplikasi GPS seperti Google Maps atau Waze tentunya juga mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan lokasi Anda.
Social media
Social media tentunya sudah menjadi bagian dari hidup manusia sehari-hari. Update-an photo dan status yang kita upload ke social media kita adalah bagian dari data. Setiap harinya ada lebih dari 400 juta tweets yang dikirim ke Twitter dan 72 jam video YouTube diupload setiap menitnya. Tidak hanya itu, dari social media, Anda juga bisa mendapatkan data tentang kontak kita, hal-hal apa yang sering kita cari dan ikuti di social media, dan kebiasaan pengguna social media.
Digitalisasi media
Sebelum maraknya internet, Kita mungkin menggunakan CD dan DVD untuk mendengarkan musik dan menonton video. Dengan begitu, kita tidak meninggalkan jejak digital. Sekarang, kita mungkin melakukan hal-hal ini melalui website dan aplikasi streaming seperti Netflix dan Spotify. Tentunya Netflix dan Spotify mencatat apa saja yang kita dengarkan dan tonton agar mereka memiliki data yang bisa mereka gunakan untuk meningkatkan layanan mereka. Begitu juga dengan buku. Dulu mungkin Anda hanya membaca buku dalam bentuk fisik. Sekarang sudah ada layanan seperti Kindle yang memungkinkan Anda untuk membaca eBook. Amazon juga pasti mencatat buku apa saja yang kita baca agar mereka bisa merekomendasikan buku yang sesuai dengan apa yang kita baca dan sukai.
Smart device
Sekarang sudah banyak peralatan rumah yang dimulai dengan kata “smart”. Ada smart TV, smart fridges (kulkas), bahkan smart car atau mobil yang bisa berjalan sendiri tanpa pengemudi. Konsep smart appliances sendiri adalah bahwa semua peralatan kita di rumah ini terhubung satu sama lain dan kita dapat mengaturnya dari satu alat – misalnya smartphone. Semua ini merupakan bagian dari teknologi terbaru, Internet of Things. Semua data dari smart devices kita, seperti misalnya temperatur dan konsumsi daya di rumah juga akan dikumpulkan agar produsen bisa memperbaiki layanannya dan menawarkan teknologi mutakhir untuk kita.
Big Data juga bisa digunakan untuk berbagai aktifitas bisnis, mulai dari customer experience sampai analytics. Ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan dengan Big Data:
1. Customer relationship management (CRM)
2. Membantu operasional bisnis Anda menjadi lebih efisien
3. Meningkatkan experience mobile pengguna
4. Mendorong inovasi
Kesimpulan yang bisa kita ambil, mengapa big data itu penting ?
Karena Big Data tidak hanya berputar pada jumlah data yang organisasi miliki, tetapi hal yang penting adalah bagaimana mengolah data internal dan eksternal. Kita dapat mengambil data dari sumber manapun dan menganalisanya untuk menemukan jawaban yang diinginkan dalam bisnis seperti:
1. Pengurangan biaya
2. Pengurangan waktu
3. Pengembangan produk baru dan optimalisasi penawaran produk
4. Pengambilan keputusan yang cerdas.
Oke teman - teman jadi itu yang bisa saya sampaikan mengenai Big Data, semoga bermanfaat π
































